Dosen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd., diundang sebagai pemateri dalam kegiatan Mantra Volume IV yang diselenggarakan oleh mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri. Kegiatan Mantra merupakan akronim dari Mahasiswa Ngaji Sastra, sebuah forum kajian sastra yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan di lingkungan kampus tersebut.

Foto 1: Pak Fikri saat memberikan paparan Ngaji Sastra.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kegiatan yang diselenggarakan Selasa (3/3) di Fungction Room Gedung M UIN Kediri menghadirkan agenda nonton bareng (nobar) dan bedah film. Kali ini film yang diadaptasi dari novel yang di tonton adalah Perempuan Berkalung Sorban karya sastrawan Indonesia Abidah El-Khalieqy. Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa yang antusias mendiskusikan relasi antara karya sastra, film, dan realitas sosial yang melatarbelakanginya.
Dalam paparannya, Moh. Fikri Zulfikar mengkaji karya tersebut dari perspektif sejarah sastra Indonesia, khususnya dalam konteks perkembangan sastra pada periode tahun 2000-an. Menurutnya, masa tersebut merupakan fase penting dalam dinamika kesusastraan Indonesia karena ditandai dengan munculnya berbagai karya yang mengangkat isu-isu sosial, termasuk persoalan perempuan.

Foto 2: Kegiatan buka bersama pascapaparan Ngaji Sastra.
“Jika dilihat dari sudut pandang sejarah sastra, novel Perempuan Berkalung Sorban muncul dalam periode 2000-an yang cukup khas. Pada masa ini mulai banyak karya sastra yang mengangkat isu feminisme, terutama yang berkaitan dengan pengalaman perempuan dalam ruang sosial dan budaya,” jelasnya dalam sesi diskusi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa karya Abidah El-Khalieqy tidak hanya menghadirkan cerita tentang kehidupan perempuan di lingkungan pesantren, tetapi juga membuka ruang refleksi mengenai relasi kuasa, tradisi, dan perjuangan perempuan untuk memperoleh hak serta kebebasan dalam menentukan pilihan hidup.
Diskusi yang berlangsung setelah pemutaran film pun berjalan dinamis. Para mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan serta tanggapan terkait hubungan antara teks sastra dan adaptasi film, termasuk bagaimana pesan-pesan sosial dalam novel dapat diterjemahkan ke dalam medium visual.
Kehadiran Moh. Fikri Zulfikar dalam forum tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik dosen TBIN UIT Lirboyo Kediri dalam pengembangan literasi sastra di kalangan mahasiswa. Selain itu, kegiatan Mantra juga menjadi ruang dialog yang mempertemukan kajian akademik dengan minat baca dan apresiasi sastra di kalangan generasi muda.
Melalui forum seperti Mantra, diharapkan kajian sastra tidak hanya berhenti pada ruang kelas, tetapi juga berkembang menjadi diskusi terbuka yang mendorong mahasiswa untuk memahami karya sastra dalam konteks sejarah, budaya, dan dinamika sosial yang melingkupinya.

Foto 3: Poster Ngaji Sastra Volume 4.