Minimalisasi Kesalahan Berbahasa, Selenggarakan Kuliah Umum Logika Bahasa

Prodi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kemarin (22/5) menyelenggarakan kuliah umum tentang Logika Bahasa. Kegiatan yang diselenggarakan di ruang Microtheacing UIT Lirboyo ini mengusung tema “Kesalahpahaman & Kesalahkaprahan Berbahasa”. Pemateri dalam kuliah umum adalah bapak Much. Nuril Huda, M.Pd. dosen ahli bahasa yang kerap meneliti tentang kesalahan nalar berbahasa di masyarakat. Kuliah umum ini di dihadiri oleh para mahasiswa, dosen dari dalam hingga luar prodi Tadris Bahasa Indonesia.

Foto 1: Bapak Nuril ketika memaparkan materinya tentang Logika Bahasa.

Dalam ceramahnya, Bapak Nuril menekankan bahwa pentingnya belajar berbahasa terutama Bahasa Indonesia menggunakan logika yang benar. Jangan sampai ketika berbahasa menggunakan bahasa lisan atau tulis ternyata tidak sadari memiliki nalar yang salah. Karena dengan nalar yang salah dalam berbahasa akan tidak sadar juga menggunakan makna yang salah dalam berkomunikasi. Hal ini membuat pendengar atau pembaca tulisan selain tidak paham juga akan kebingungan dalam menerima pesan. “Kesalahpahaman dan kesalahkaprahan ini kerap kita temui di perbincangan kita sehari-hari hingga tidak jarang pula bisa kita temui di beberapa artikel di media nasional,” ungkap Bapak Nuril.

Foto 2: Salah satu mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia memberikan pendapatnya.

Dosen lulusan Universitas Negeri Malang ini memberikan contoh beberapa tulisan di media nasional yang menurutnya salahkaprah dan sering digunakan, sehingga dianggap benar oleh masyarakat umum. Seperti dalam pemberitaan banjir, media massa sering menuliskan bahwa penyebab banjir adalah curah hujan yang tinggi. Ketika kita nalar bukanlah curah hujan yang menyebabkan banjir, namun karena hutan yang semakin gundul, banyaknya sampah yang menyumbat sungai, atau malah karena pembangunan yang tidak sesuai AMDAL. “Nalar kritis inilah yang membuat kita akan bisa menyampaikan pesan dengan makna yang sesuai, ini mengurangi kesalahpahaman dan kesalahkaprahan dalam berbahasa,” tegas bapak satu anak ini.

Foto 3: Mahasiswa Psikologi Islam tengah memaparkan pendapatnya tentang aplikasi berbahasa.

Kuliah umum ini tidak hanya memantik mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia saja dalam berdiskusi, namun hadir pula mahasiswa Psikologi Islam karena memang logika bahasa juga sangat berhubungan dengan ilmu jiwa manusia. Salah satunya adalah M. Anwar Alfawzi, mahasiswa Psikologi Islam yang juga ikut dalam diskusi ini. Menurutnya penting sekali kita bisa mencari solusi agar kesalahpahaman dan kesalahkaprahan dalam berbahasa ini bisa dipecahkan. Agar masyarakat umum dalam berbahasa bisa bernalar yang baik sesuai dengan kaidah bahasa, sehingga masyarakat bisa dengan mudah paham dalam berkomunikasi tanpa terkendala bahasa. “Mungkin kita kedepan bisa membuat sebuah aplikasi berbahasa, untuk meminilisir kesalahan seperti yang bapak (Nuril, Red) sebutkan tadi,” ungkap mahasiswa semester 4 ini.

About Tadris Bahasa Indonesia

Check Also

Webinar ” BASIC MATHEMATICAL PROOF ” Dan Focus Group Discussion

Pada hari Kamis, 02 Mei 2024 pukul 10.30-11.30 telah diadakan Kuliah Umum berbentuk webinar dengan …