Dosen TBIN UIT Lirboyo Jadi Juri Lomba Jurnalistik FLS3N Kediri, Soroti Kekuatan Feature Siswa

Peran akademisi dalam membina literasi dan keterampilan menulis generasi muda kembali terlihat dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota dan Kabupaten Kediri jenjang SMA/MA/SMK. Dosen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd., dipercaya menjadi juri dalam cabang lomba jurnalistik. Selain itu juri lainnya diantaranya Adi Nugroho dari Jawa Pos Radar Malang dan Dian Puspitorini dari Jawa Pos Radar Kediri.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 29 April 2026 ini digelar di SMAN 1 Pare dan diikuti oleh sekitar 37 peserta dari berbagai sekolah SMA, MA, dan SMK di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Lomba jurnalistik kali ini mengusung format penulisan feature, yakni karya jurnalistik yang tidak hanya menyajikan fakta, tetapi juga mengangkat sisi human interest dan kedalaman cerita.

Foto 1: Pengarahan oleh Pak Fikri sebagai juri kepada peserta dan pembina lomba jurnalistik.

Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Setelah pembukaan, mereka langsung diberikan arahan teknis terkait lomba dan tema penulisan. Sebagai juri, Moh. Fikri Zulfikar menilai karya peserta dengan mempertimbangkan beberapa aspek utama, seperti kekuatan ide, kedalaman eksplorasi data, struktur penulisan, gaya bahasa, serta kemampuan menghadirkan sudut pandang yang menarik. Ia menegaskan bahwa tulisan feature menuntut lebih dari sekadar kemampuan menulis berita biasa. “Feature itu bukan hanya soal informasi, tetapi bagaimana penulis mampu menghidupkan cerita, menghadirkan emosi, dan membuat pembaca merasa dekat dengan tokoh yang diangkat,” ujarnya.

Menariknya, para peserta menghadirkan beragam tema inspiratif dalam tulisan mereka. Beberapa di antaranya mengangkat kisah penenun batik tenun ikat yang melegenda, seniman jaranan yang tetap bertahan di tengah perubahan zaman, hingga sosok penulis novel muda yang mampu menembus dunia literasi sejak usia dini. Keragaman tema ini menunjukkan kepekaan siswa dalam melihat potensi cerita di sekitar mereka.

Foto 2: Para juri tengah melakukan penilaian dari hasil presentasi karya jurnalistik dari salah satu peserta.

Menurut Fikri, kualitas tulisan peserta tahun ini cukup menjanjikan. Banyak karya yang sudah mampu menyajikan narasi yang kuat, meskipun masih perlu penguatan pada aspek teknis dan kedalaman data. Ia juga mengapresiasi keberanian peserta dalam mengeksplorasi isu-isu lokal menjadi cerita yang bernilai universal. Dalam lomba ini, panitia menetapkan lima karya terbaik sebagai pemenang yang akan melaju ke tingkat provinsi Jawa Timur. Para finalis diharapkan mampu membawa semangat literasi dan kreativitas jurnalistik ke jenjang yang lebih tinggi.

Kehadiran Moh. Fikri Zulfikar sebagai juri menjadi bagian dari kontribusi nyata dosen TBIN UIT Lirboyo Kediri dalam mendukung pengembangan literasi, khususnya di bidang jurnalistik. Melalui keterlibatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya terampil menulis, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan mampu menyuarakan kisah-kisah inspiratif dari lingkungan sekitarnya.

Foto 3: Pak Fikri berfoto bersama para juri dan panitia FLS3N Kota dan Kabupaten Kediri.