Hadirkan Penulis Cerita Anak, Prodi TBIN Inisiai Pelatihan Menulis Buku

Klub Buku Multatuli yang diinisiasi oleh Prodi Tadris Bahasa Indonesia UIT Lirboyo Sabtu (26/6) melangsungkan kegiatan pelatihan menulis buku anak. Kegiatan yang bekerjasama dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Kediri  ini hadir langsung penulis cerita anak, Nesti C. Nagari sebagi mentor para peserta di klub buku ini. Penulis yang biasa disapa Kak Nesti ini pun memberikan banyak materi yang bersumber dari pengalaman-pengalamannya. Para peserta pelatihan pun antusias mengikuti instruksi Kak Nesti dalam kegiatan yang dimulai pukul 10.00 ini.

Foto 1: Kak Nesti memberikan materi pelatihan menulis buku cerita anak.

Penulis yang juga penggagas TBM Halaman Baca ini hadir di ruang Micro Teaching UIT Lirboyo ini pun tak disia-siakan oleh para peserta klub. Mereka langsung menimba ilmu kepenulisan buku anak dengan antusias. Harapannya para peserta klub bisa menimba pengalaman Kak Nesti dalam menulis. Peserta semakin semangat saat tahu bahwa sudah banyak karya buku anak yang telah ditulisnya dan tidak sedikit memenangkan ajang kompetisi kepenulisan buku anak. “Karya saya yang berjudul Sawiyah dan Ekor Ajaib serta Nalika Tiba Mangsa Ketiga ini adalah hasil sayembara naskah Dwibahasa Balai Bahasa Jawa Timur” tunjuk Nesti kepada dua buku terbarunya yang telah terbit.

Foto 2: Dua karya Kak Nesti yang telah diterbitkan Balai Bahasa Jawa Timur.

Kak Nesti menekankan jika para peserta ingin memulai menulis buka anak, dia menyarankan agar para peserta banyak membaca buku cerita anak terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar mereka terbiasa dengan bacaan anak sehingga paham dengan karakteristik buku anak, gaya penceritaannya, hingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. “Perbanyak referensi itu perlu dalam kita menulis. Salah satu cara adalah banyak baca buku anak. Tidak perlu khawatir beli harganya mahal, karena sekarang banyak buku anak tersedia secara daring, gratis, dan mudah diakses,” terang penulis yang juga seorang Guru ini.

Foto 3: Para peserta pelatihan antusias dalam mengikuti arahan mentor penulisan.

Setelah memaparkan materi dan pengalamannya dalam menulis, Kak Nesti pun memandu para peserta membuat kerangka buku cerita anak. Terpantau mahasiswa yang hadiri dari Tadris Bahasa Indonesia, PGMI, dan PIAUD pun mulai dibuat kelompok-kelompok kecil untuk bekerjasama dalam menuangkan ide yang segar untuk kerangka buku yang hendak mereka produksi. Banyak ide segar yang rata-rata berasal dari cerita-cerita daerah mahasiswa tersebut. Ada yang berkisah tentang Bekantan dari Banjarmasin hingga kisah Jaranan dari Kediri. “Ide-ide mereka sangat menarik, jika ini diseriuin maka pasti bisa menjadi buku,” pungkas Kak Nesti.

Foto 4: Peserta dan pemateri melakukan swafoto sebagai tanda selesainya kegiatan tersebut.