Untuk meningkatkan keterampilan membaca peserta didik, SD Negeri Pojok 1 Kecamatan Mojoroto mengadakan pelatihan bertema “Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak dengan 5 Metode Sederhana dan Menyenangkan” pada Selasa, 15 April 2025. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menghadirkan Ibu Ratna Isnawati, M.Pd, dosen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIT Lirboyo Kediri, sebagai narasumber utama.
Pelatihan ini bertujuan menumbuhkan minat baca anak-anak sekaligus membekali mereka dengan teknik untuk meningkatkan konsentrasi dalam memahami informasi dari berbagai teks bacaan. Dalam paparannya, Ibu Ratna menekankan bahwa konsentrasi dan pemahaman saat membaca adalah kunci utama dalam membangun fondasi belajar yang kuat sejak usia dini.

Foto 1: Ibu Ratna berswafoto bersama para guru SDN Pojok 1 di sela-sela pelatihan.
Ibu Ratna memperkenalkan lima metode sederhana namun efektif yang bisa langsung dipraktikkan, seperti membaca dengan suara keras, membuat catatan ringkas, memahami teks melalui diskusi kecil, serta memberikan kesempatan anak untuk bertanya dan menceritakan kembali isi bacaan. Agar pembelajaran semakin menarik, ia juga menyelipkan berbagai ice breaking menyenangkan di sela-sela aktivitas membaca, seperti permainan kata dan tebak cerita.
“Ketika suasana belajar dibuat menyenangkan, anak akan lebih fokus dan informasi dari bacaan lebih mudah diserap. Ice breaking bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi strategi untuk menguatkan konsentrasi belajar anak,” ungkap Ibu Ratna di hadapan peserta.


Foto 2: Ibu Ratna ketika memberikan pelatihannya kepada para siswa SDN Pojok 1
Siswa-siswi SD Negeri Pojok 1 tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka bersemangat mencoba metode-metode baru yang diajarkan dan aktif terlibat dalam berbagai permainan edukatif yang diberikan. Para guru pun menyambut baik kegiatan ini dan berharap bisa mengintegrasikan teknik-teknik tersebut ke dalam pembelajaran sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan konsentrasi membaca dan pemahaman teks siswa semakin meningkat, sehingga mereka memiliki fondasi belajar yang lebih kuat untuk menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.