Terus Bergerak, TBIN UIT Lirboyo Wakili Kediri dalam Pemilihan Ketua HISKI Komisariat Malang

Malang – Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Malang sukses menggelar Musyawarah ke-3 pada Sabtu, 3 Mei 2025 di Laboratorium Drama Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM). Kegiatan yang diprakarsai oleh asosiasi yang anggotanya akademisi, guru, pegiat sastra, dan masyarakat umum ini turut mengundang perwakilan dari UIT Lirboyo Kediri, yakni Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd. Kehadiran UIT Lirboyo dalam forum ini menegaskan komitmen HISKI sebagai wadah inklusif bagi praktisi sastra dari berbagai latar belakang, termasuk dosen, guru, komunitas, dan pemerhati sastra.

Foto 1: Anggota dan pengurus HISKI Komisariat Malang

HISKI Komisariat Malang tidak hanya membawahi anggota di Malang Raya, tetapi juga mencakup wilayah lain di Jawa Timur seperti Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Jombang, dan Pasuruan. Acara musyawarah kali ini menjadi momen penting karena selain membahas program kerja, juga dilakukan pemilihan ketua dan pengurus baru untuk periode 2025–2029.

Melalui proses aklamasi, Dr. Dwi Sulistyorini, S.S., M.Hum., dosen Universitas Negeri Malang (UM), terpilih sebagai Ketua HISKI Komisariat Malang. Sementara posisi Wakil Ketua dipercayakan kepada Prof. Dr. Mundi Rahayu, M.Hum dari UIN Maliki Malang. Moh. Fikri Zulfikar selaku perwakilan UIT Lirboyo menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan baru ini.

“Saya memilih Ibu Dwi karena kapabilitasnya di bidang sastra tidak diragukan lagi, ditambah pengalamannya sebagai Bendahara Umum HISKI sebelumnya,” ujar Fikri. Dr. Dwi dikenal sebagai akademisi yang konsisten mengembangkan kajian sastra serta aktif membina peneliti muda.

Foto 2: Dr. Dwi memberikan ceramahnya usah dinyatakan menjadi ketua pengurus HISKI Komisariat Malang periode 2025-2029

Selain pemilihan pengurus, acara juga diisi dengan ceramah umum oleh pakar sastra UM, Prof. Dr. M. Misbahul Amri, M.A., yang membahas “Faham Strukturalisme dalam Pembelajaran Puisi”. Meski mengakui bahwa strukturalisme dianggap sebagai kajian kuno dalam penelitian sastra, Prof. Amri menekankan bahwa pendekatan ini tetap relevan, khususnya dalam pembelajaran puisi di sekolah dan perguruan tinggi.

“Strukturalisme mungkin dianggap usang, tetapi pemahaman terhadap struktur puisi—seperti diksi, rima, dan tipografi—tetap menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke analisis yang lebih kompleks,” paparnya.

Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Drama Fakultas Sastra UM ini menegaskan peran HISKI sebagai garda depan pengembangan sastra di Jawa Timur. Dengan kepengurusan baru, HISKI Komisariat Malang berkomitmen memperkuat kolaborasi antar-institusi, menggelar penelitian, serta menyelenggarakan pelatihan untuk guru dan pegiat sastra.

“Nanti kita bisa bekerjasama bareng, terutama kami berharap Pak Fikri yang perwakilan dari UIT Lirboyo Kediri juga turut membantu mengkoordinasi anggota dari Kediri Raya, Tulungagung, dan Blitar,” tutur Dr. Dwi saat bincang santai bersama Pak Fikri.

Dengan semangat kebersamaan, HISKI Komisariat Malang siap menghadapi tantangan di periode mendatang, memperkuat jejaring, dan menjadikan sastra sebagai medium edukasi yang dinamis.

Foto 3: Pak Fikri bersama para ahli sastra dari HISKI Komisariat Malang