Kediri, 8 Desember 2025 Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) dan Tadris Bahasa Inggris (TBI) UIT Lirboyo Kediri sukses menyelenggarakan pementasan drama kolaboratif di Aula Mahrus Aly. Acara berlangsung pada Senin pagi dengan antusiasme tinggi yang dihadiri oleh para mahasiswa dan dosen Tadris Bahasa Indonesia serta Tadris Bahasa Inggris, yang telah memadati ruangan sejak pukul 09.00 WIB.
Pementasan dibuka secara resmi oleh Dr. Badrus, M.Pd.I, yang memberikan apresiasi atas kreativitas serta kerja keras para mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi seni peran dan literasi sastra. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Abidzar Maulana yang juga memberikan semangat agar kegiatan teater akademik terus dilestarikan di lingkungan kampus.
Acara ini menampilkan dua drama yang berbeda namun sama-sama menyuguhkan pesan mendalam. Drama pertama adalah Fahrenheit 451, adaptasi dari novel karya Ray Bradbury. Drama tersebut berhasil memukau penonton melalui penggambaran dunia distopia yang menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan, buku, dan kebebasan berpikir. Melalui alur cerita yang kuat, penonton diajak menyadari bahwa manusia dapat kehilangan nilai kemanusiaan ketika berhenti berpikir dan berhenti mencintai pengetahuan. Visual efek api dan ekspresi para pemain menambah kekuatan dramatik dalam pementasan ini.

Drama kedua yang dipentaskan adalah Toloong…!! karya Putu Wijaya. Pementasan ini menghadirkan suasana penuh dialog, kritik sosial, dan humor khas Putu Wijaya. Para aktor berhasil membawakan karakter masing-masing dengan baik sehingga suasana teater terasa hidup dan dekat dengan penonton. Energi para pemain, kreativitas penyutradaraan, serta kekompakan tim produksi membuat drama ini tampil mengesankan dari awal hingga akhir.

Pementasan kolaboratif ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam apresiasi sastra, seni peran, dan kerja kreatif, sekaligus memperkuat kolaborasi antarprogram studi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori sastra di kelas, tetapi juga mempraktikkannya melalui pentas yang dapat dinikmati publik.
Kesan positif datang dari para penonton, termasuk salah seorang penonton ‘mengaku sangat terhibur sekaligus terinspirasi oleh pementasan yang disuguhkan” Menurut mereka, drama tersebut tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga motivasi serta pesan moral mendalam. Salah satu pesan yang mereka tangkap adalah “bahwa tulisan bukan sekadar rangkaian aksara, tetapi selalu membawa makna yang dapat membuka wawasan manusia.”
Pementasan drama kolaborasi TBIN dan TBI tahun ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghasilkan karya berkualitas melalui proses kreatif yang matang. Antusiasme penonton dan keberhasilan acara ini diharapkan menjadi semangat baru untuk menghadirkan pementasan serupa pada tahun berikutnya, sehingga seni teater dan apresiasi sastra terus berkembang di lingkungan UIT Lirboyo Kediri.