Hadiri Peluncuran Buku 100 Tahun Pramoedya, Jajaki Kerja Sama dengan HISKI dan BRIN

Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan Peluncuran dan Bincang Buku “100 Tahun Pramoedya Ananta Toer: Sastra, Politik Narasi, dan Kemanusiaan” pada Selasa, 9 Desember 2025. Kegiatan ini bertempat di R. Widya Graha Lantai 1, Kantor BRIN, Jakarta, serta disiarkan secara langsung melalui berbagai kanal media. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam peringatan satu abad Pramoedya Ananta Toer sekaligus ruang refleksi sastra Indonesia dalam konteks kebangsaan.

Foto: Pak Fikri (paling kanan) bersama ketua HISKI dan pimpinan prodi kampus lain.

Dalam agenda tersebut, dosen Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, Moh. Fikri Zulfikar, turut diundang hadir karena termasuk dalam tim penulis buku yang diluncurkan. Kehadiran Moh. Fikri menandai keterlibatan aktif akademisi TBIN UIT Lirboyo Kediri dalam percakapan sastra nasional, khususnya dalam kajian kritis terhadap karya dan pemikiran Pramoedya Ananta Toer. “Cukup membanggakan bisa terlibat dalam proyek akademik ini,” ungkap Pak Fikri.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar sastra nasional, di antaranya Prof. Faruk pakar sastra dari Universitas Gadjah Mada, serta akademisi dan peneliti BRIN. Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas posisi sastra Pramoedya dalam lanskap politik narasi, kemanusiaan, serta relevansinya terhadap kondisi sosial kontemporer. Kehadiran para pakar tersebut menegaskan posisi buku ini sebagai kontribusi penting dalam kajian sastra Indonesia mutakhir.

Foto 2: Prof. Faruk saat memberikan ceramahnya.

Sebagai Ketua Program Studi TBIN UIT Lirboyo Kediri, Moh. Fikri Zulfikar memanfaatkan undangan di Kantor BRIN tersebut tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga untuk menjajaki kerja sama kelembagaan. Upaya tersebut membuahkan hasil konkret ketika Ketua Umum HISKI, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., mewakili HISKI dalam penandatanganan nota kerja sama dengan Program Studi TBIN UIT Lirboyo Kediri. Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kerjasama ini penting untuk membuka potensi yang kami miliki,” ungkap Pak Fikri.

Foto 3: Suasana diskusi dan peluncuran buku di gedung pertemuan BRIN Jakarta.

Selain itu, peluang kolaborasi juga terbuka dengan BRIN, khususnya dalam pengembangan kajian sastra berbasis kearifan lokal. Dr. Sastri Sunarti, M.Hum., selaku Kepala Pusat Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan BRIN, menyatakan ketertarikannya terhadap potensi kajian sastra pesantren yang selama ini menjadi kekhasan akademik TBIN UIT Lirboyo Kediri. Meski demikian, kerja sama tersebut masih berada pada tahap perencanaan lebih lanjut, termasuk penyusunan skema kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat.

Melalui keikutsertaan dalam peluncuran buku ini, TBIN UIT Lirboyo Kediri menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kajian sastra Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis memperluas jejaring nasional, memperkuat pelaksanaan Tri Dharma, serta membuka ruang kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan lembaga riset negara.