Berdasarkan surat undangan resmi nomor 095/APJI/K/2025 tertanggal 24 November 2025 dari Asosiasi Pengelola Jurnal Indonesia (APJI) kepada Muhammad Safa’udin, M.Pd. selaku Kaprodi Tadris Matematika Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri dari Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, telah diselenggarakan RakerNas APJI & Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat 2025 pada Kamis, 27 November 2025 pukul 08.00–16.00 WIB. Acara yang mengangkat tema “Sinergi Ilmiah untuk Pembangunan Berkelanjutan” ini diselenggarakan secara hybrid, dengan lokasi luring di Kantor Pusat LPKD & APJI di Jl. Watunganten I No.1, Demak, Jawa Tengah, serta daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan kapasitas pengelola jurnal serta akademisi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui karya ilmiah dan pengabdian masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan registrasi dan pembukaan yang mencakup sambutan dari Ketua Umum APJI, Dr. Eng. Ir. Wahyul Amien Syafei, S.T., M.T., IPM, CISO, serta para pembina APJI seperti Prof. Dr. Dra. Honarata Ratnawati Dwi Hartanti, M.M. dan Prof. Dr. Agus Eko Sujianto, SE., MM., dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dan penyerahan plakat. Sesi seminar menghadirkan narasumber ternama seperti Prof. Dr. Edy Winarno, S.T., M.Eng dari Universitas Muhammadiyah Semarang dan Prof. Dr. Lukman, M.Si dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan moderator Mia Kusmiati, SE., MM. Setelah istirahat, dilanjutkan dengan RakerNas APJI yang dipandu oleh Host Pak Danang, berisi laporan-laporan organisasi, serta sesi pendampingan.
Acara ini juga menyediakan kesempatan publikasi bagi pemakalah di Jurnal PKM Nasional dan Internasional yang terakreditasi, serta menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah 2025. Berbagai bidang ilmu diterima, mulai dari kesehatan, manajemen, pendidikan, agama, teknik, hingga ilmu sosial dan bahasa.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman mengenai publikasi, penyerapan sertifikat elektronik, dan dokumentasi. Melalui acara ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih erat antar institusi, meningkatnya kualitas publikasi ilmiah, serta kontribusi nyata dari dunia akademik dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.