Kediri, Suasana ruang microteaching Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) tampak berbeda hari ini. Di bawah bimbingan Dianiz Izzatul Yuanita, M.Pd.I, para mahasiswa semester atas nampak antusias mengikuti perkuliahan praktikum yang berfokus pada pembuatan dan penggunaan media pembelajaran inovatif.
Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani teori pedagogi dengan praktik langsung di lapangan. Ibu Dianiz menekankan bahwa seorang calon guru MI tidak hanya harus pintar berteori, tetapi juga harus terampil mengemas materi agar menarik bagi anak usia dasar.
Dalam sesi tersebut, proses pembelajaran dibagi menjadi dua tahapan krusial:
- Workshop Pembuatan: Mahasiswa diajak menciptakan media pembelajaran, mulai dari alat peraga berbasis bahan daur ulang hingga pemanfaatan teknologi digital. Fokus utamanya adalah media yang mampu menstimulasi aspek kognitif dan visual siswa.
- Simulasi Microteaching: Setelah media jadi, mahasiswa langsung mempraktikkan cara menggunakannya di depan kelas. Di ruang microteaching ini, setiap gerakan, intonasi, dan cara guru berinteraksi dengan media dipantau dan dievaluasi secara langsung.
- Ibu Dianiz Izzatul Yuanita menekankan bahwa media pembelajaran adalah “jembatan” komunikasi.
- “Media bukan sekadar hiasan di dalam kelas. Media pembelajaran yang efektif harus mampu menyederhanakan konsep yang sulit menjadi menyenangkan. Di ruang microteaching inilah tempat mahasiswa untuk berani mencoba, melakukan kesalahan, dan memperbaikinya sebelum mereka terjun langsung ke sekolah sungguhan,” ujar Dianiz Izzatul Yuanita.
Melalui mata kuliah praktikum ini, mahasiswa diharapkan memperoleh manfaat jangka panjang:
- Kepercayaan Diri: Mahasiswa lebih siap menghadapi siswa karena sudah terbiasa memegang kendali alat peraga.
- Adaptabilitas: Mampu menciptakan solusi pembelajaran di tengah keterbatasan fasilitas sekolah nantinya.
- Manajemen Kelas: Penggunaan media yang tepat terbukti mampu meningkatkan fokus siswa dan mengurangi kebosanan di kelas.
Kegiatan yang berlangsung intensif ini diakhiri dengan sesi refleksi, di mana setiap mahasiswa mendapatkan masukan mendalam mengenai teknik presentasi dan efektivitas media yang telah mereka buat.