Pada 13 November 2024, Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) UIT Lirboyo baru saja menggelar diskusi ilmiah yang mendalam mengenai proses pemerolehan bahasa pada manusia. Kegiatan ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mendasar tentang bagaimana manusia secara alami mampu menguasai bahasa yang kompleks. Melalui pendekatan psikolinguistik, para peserta diajak mengeksplorasi bahwa kemampuan berbicara bukan sekadar proses belajar biasa, melainkan perpaduan rumit antara potensi biologis dan pengaruh lingkungan sekitar.

Dalam diskusi tersebut, poin utama yang dibahas adalah teori dari Noam Chomsky mengenai Language Acquisition Device (LAD). Teori ini menjelaskan bahwa setiap manusia lahir dengan kapasitas bawaan untuk memahami struktur bahasa. Namun, potensi biologis ini tidak dapat berdiri sendiri; ia memerlukan stimulus yang tepat dari lingkungan agar dapat berkembang secara maksimal. Hal ini menegaskan bahwa setiap individu memiliki “benih” bahasa yang hanya akan tumbuh jika dipupuk dalam lingkungan sosial yang mendukung.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, diskusi ini juga menghadirkan studi kasus nyata yang tragis, yaitu kisah Genie. Genie adalah seorang anak yang mengalami isolasi sosial ekstrem selama masa pertumbuhannya, sehingga kehilangan kesempatan untuk belajar bahasa pada waktu yang tepat. Kasus ini menjadi bukti nyata bagi para mahasiswa mengenai adanya Critical Period atau masa kritis dalam masa kanak-kanak, di mana otak manusia berada pada kondisi paling optimal untuk menyerap bahasa.
Sebagai penutup, kegiatan ini memberikan wawasan baru bahwa waktu atau timing adalah kunci utama dalam pendidikan bahasa. Para peserta diharapkan dapat memahami bahwa masa kanak-kanak merupakan periode emas yang tidak boleh terlewatkan dalam menanamkan kemampuan berkomunikasi. Diskusi ini merupakan bagian dari komitmen TBI UIT Lirboyo untuk terus menghadirkan wawasan akademik yang relevan dan mendalam bagi seluruh mahasiswanya.