Pada 13 Juli 2025, Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri mengadakan kuliah tamu dengan topik “ELT Methodology Based on Student-Centered Learning”, yang bertujuan untuk menunjang kegiatan akademik di luar kelas sekaligus menambah wawasan mahasiswa. Kuliah tamu ini dihadirkan secara virtual via Zoom dan diikuti oleh mahasiswa dari kedua kampus, yaitu Prodi Tadris Bahasa Inggris UIT Lirboyo Kediri dan Prodi Tadris Bahasa Inggris Universitas Al-Falah As-Sunniyah (UAS) Kencong Jember.
Sebagai narasumber, Ibu Imra’atus Sholihah, M.Pd., Kepala Program Studi Tadris Bahasa Inggris UAS Kencong Jember, membagikan wawasan tentang metode pengajaran bahasa Inggris yang berfokus pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Ibu Imra’atus Sholihah menjelaskan berbagai strategi yang dapat diterapkan oleh pengajar untuk meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar mengajar, dengan menekankan pentingnya pendekatan yang lebih personal dan partisipatif.
Kuliah tamu ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai bagaimana student-centered learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan memfasilitasi kebebasan mereka dalam mengambil peran aktif dalam belajar. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang berbagai metode dan teknik pengajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa secara lebih efektif, serta bagaimana metode ini dapat diadaptasi dalam konteks pengajaran bahasa Inggris.
Dalam acara ini, peserta tidak hanya menerima materi tetapi juga berinteraksi langsung dengan narasumber, yang memberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi lebih lanjut mengenai implementasi student-centered learning dalam kelas bahasa Inggris. Diskusi ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, baik dari UIT Lirboyo Kediri maupun UAS Kencong Jember, dalam menambah wawasan mereka terkait perkembangan terbaru dalam metodologi pengajaran bahasa Inggris.
Kegiatan kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIT Lirboyo Kediri untuk mendukung kegiatan akademik di luar kelas, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan praktis, serta mempererat kerja sama antara program studi di berbagai perguruan tinggi. Harapannya, mahasiswa dapat menerapkan pembelajaran yang lebih berbasis pada siswa dan lebih efektif dalam pengajaran bahasa Inggris ke depannya.