Sinergi Kampus dan Sekolah Dasar, Dosen TBIN UIT Lirboyo jadi Juri Mendongeng FLS3N

Peran aktif akademisi dalam pengembangan literasi anak kembali terlihat dalam gelaran Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Dosen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, Ibu Mulyo Kurniati, M.Pd., yang akrab disapa Ibu Nia, dipercaya menjadi juri pada cabang lomba mendongeng. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 29 April 2026 ini bertempat di SDN Sumbercangkring dan diikuti oleh kurang lebih 150 siswa dari berbagai sekolah dasar di wilayah Kecamatan Gurah.

Foto 1: Ibu Nia (tengah) melakukan penjurian mendongeng pada siswa SD se-Kecamatan Gurah.

FLS3N menjadi ajang tahunan yang tidak hanya menampilkan bakat seni siswa, tetapi juga menjadi ruang ekspresi kreatif serta penguatan karakter melalui kegiatan berbasis seni dan sastra. Sejak pagi hari, suasana kegiatan sudah tampak semarak. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan upacara pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Para peserta kemudian diarahkan menuju ruang lomba masing-masing sesuai cabang yang diikuti. Beberapa lomba yang dipertandingkan di antaranya mendongeng, menyanyi, pantomim, serta menulis cerita pendek.

Pada cabang lomba mendongeng, Ibu Nia menjalankan perannya sebagai juri dengan penuh ketelitian dan profesionalisme. Ia menilai peserta berdasarkan sejumlah aspek penting, seperti penguasaan materi cerita, kemampuan vokal dan intonasi, ekspresi wajah dan gerak tubuh, serta pesan moral yang disampaikan. Menurutnya, mendongeng bukan sekadar membacakan cerita, tetapi juga kemampuan menghidupkan narasi sehingga mampu menyentuh imajinasi dan emosi pendengar. “Melalui mendongeng, anak-anak belajar berbahasa dengan baik, berani tampil di depan umum, serta memahami nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita,” ungkap Ibu Nia. Ia juga mengapresiasi keberanian dan kreativitas para peserta yang tampil dengan gaya khas masing-masing, bahkan beberapa di antaranya mampu memadukan ekspresi dan alur cerita dengan sangat menarik.

Foto 2: Ibu Nia (paling kiri) berfoto bersama peserta lomba mendongeng FLS3N.

Lebih lanjut, Ibu Nia menegaskan bahwa kegiatan seperti FLS3N memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat sastra sejak dini. Tradisi mendongeng, menurutnya, merupakan bagian dari warisan sastra lisan yang perlu terus dilestarikan, terutama di tengah arus perkembangan teknologi digital yang kian pesat.Dalam pelaksanaan lomba, panitia menetapkan enam kategori juara untuk setiap cabang, yakni Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Harapan I, II, dan III. Para pemenang nantinya akan mewakili Kecamatan Gurah untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Kehadiran Ibu Nia sebagai juri tidak hanya menjadi bentuk pengabdian akademisi kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pendidikan dasar. Keterlibatan dosen dalam kegiatan seperti ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas literasi, kreativitas, dan karakter generasi muda sejak usia dini.