Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menyelenggarakan kegiatan bedah novel karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie dalam rangkaian Gelar Bahasa Sastra Indonesia (GBSI) 2024. Acara ini juga merupakan bagian dari kegiatan rutin Klub Buku Multatuli, komunitas literasi yang aktif membahas karya sastra Indonesia.
Kegiatan dilaksanakan dengan suasana santai di rindangnya Taman Sekartaji, Kota Kediri, pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Para peserta menikmati diskusi yang diselingi canda tawa, membuat bedah karya Ziggy ini menjadi pengalaman literasi yang menyenangkan sekaligus mendalam.

Foto 1: Naila dan Farah tengah membedah novel-novel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Dua mahasiswa dari kampus berbeda menjadi pemateri dalam acara ini. Farah Hanifah, mahasiswa IAIN Kediri, membahas novel “Di Tanah Lada”, karya Ziggy yang menggambarkan kisah tentang dunia anak-anak dengan tema yang kompleks seperti trauma dan perbedaan kelas sosial. Farah mengungkapkan bahwa novel ini memberikan pandangan tajam tentang realitas kehidupan melalui lensa polos seorang anak kecil. “Ziggy sangat piawai menghadirkan cerita yang sederhana namun sarat makna, membuat pembaca merenung tentang ketidakadilan sosial,” jelas Farah.

Foto 2: Suasana diskusi antar peserta bedah novel di bawah rindangnya pepohonan taman.
Sementara itu, Nayla Nikmatul Farikha dari UIT Lirboyo membahas novel “Semua Ikan di Langit”. Karya ini dikenal karena keunikannya dalam menggabungkan unsur fantasi dengan filosofi mendalam tentang kehidupan. Nayla menyoroti bagaimana Ziggy menciptakan dunia cerita yang begitu imajinatif sekaligus reflektif. “Novel ini memberikan pengalaman membaca yang luar biasa, mengajarkan kita untuk melihat kehidupan dari perspektif yang berbeda,” ujar Nayla.
Diskusi berlangsung seru dengan berbagai pertanyaan dari peserta, yang mayoritas merupakan mahasiswa dan pegiat literasi di Kediri. Topik yang dibahas meliputi gaya penulisan Ziggy yang eksentrik, tema-tema besar dalam karyanya, hingga relevansi novel-novelnya dengan kehidupan sehari-hari.
Jamaah tetap Klub Buku Multatuli, Rose Kamalia, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendekatkan sastra dengan masyarakat, terutama generasi muda. “Kami ingin menunjukkan bahwa membaca dan membedah sastra bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, bahkan di ruang terbuka seperti taman ini,” ujarnya.

Foto 3: Penyerahan sertifikat untuk pembedah novel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie oleh Kaprodi TBIN, Bapak Fikri
Kegiatan ini berhasil menarik perhatian pecinta sastra di Kediri, mempertegas komitmen Prodi Tadris Bahasa Indonesia UIT Lirboyo dalam mempromosikan literasi dan budaya membaca. Dengan suasana santai namun bermakna, bedah karya Ziggy ini menjadi salah satu highlight dalam rangkaian GBSI 2024 yang terus menghadirkan program-program inspiratif bagi masyarakat.