Webinar Sastra Pesantren, Upaya Prodi TBIN Perkaya Khazanah Sastra Indonesia

Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri sukses menyelenggarakan Webinar Sastra Pesantren bertema “Mengungkap Sastra Pesantren, Memperkaya Khazanah Sastra Indonesia”. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini diadakan pada Sabtu, 7 Desember 2024, pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, sebagai bagian dari rangkaian Gelar Bahasa Sastra Indonesia (GBSI) 2024. Webinar ini diikuti lebih dari 200 peserta dari kampus-kampus di Indonesia.

Gambar 1: Poster kegiatan Webinar Sastra Pesantren yang diselenggarakan Prodi TBIN UIT Lirboyo Kediri

Webinar ini menghadirkan tiga pemateri ahli di bidang Sastra Pesantren, memberikan wawasan mendalam kepada peserta yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, dan pegiat literasi. Pemateri pertama, Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, pakar sastra dari Universitas Negeri Malang, menjelaskan potensi besar Sastra Pesantren sebagai kajian teori yang bisa mapan. Ia menyoroti bahwa fenomena Sastra Pesantren sudah ada dan berkembang pesat di Indonesia. “Jika digarap secara serius, Sastra Pesantren bisa menjadi salah satu pilar penting dalam khazanah sastra Indonesia, baik sebagai kajian akademis maupun warisan budaya,” ujarnya.

Pemateri kedua, Novi Diah Haryanti, M.Hum., dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, fokus pada pembahasan novel-novel Indonesia yang ditulis oleh sastrawan berlatar belakang pesantren. Ia memberikan contoh karya-karya seperti Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Hati Suhita karya Khilma Anis, yang menampilkan tema dan setting pesantren sebagai elemen utama. “Karya-karya ini sebagai cermin kehidupan pesantren yang kaya nilai dan tradisi,” tegasnya.

Pemateri ketiga, Raedu Basha, seorang antropolog sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Sumenep Madura, berbagi pengalamannya saat melakukan riset Sastra Pesantren di Pondok Pesantren Annuqayah Madura. Penelitian yang ia tuangkan dalam tesis magisternya di Universitas Gadjah Mada ini mengupas praktik kreatif dan tradisi literasi di pesantren yang berkontribusi pada perkembangan Sastra Pesantren. “Syiir-syiir di berbagai pesantren di Indonesia juga menjadi potensi besar dalam mengungkap Sastra Pesantren di Indonesia,” ungkap Raedu Basha.

Foto 1: Tim penyelenggara webinar Sastra Pesantren

Dalam sambutannya, Ketua Prodi Tadris Bahasa Indonesia UIT Lirboyo, Moh. Fikri Zulfikar, menegaskan pentingnya kajian Sastra Pesantren bagi prodinya. “Sebagai bagian dari Pesantren Lirboyo Kediri, kami menjadikan Sastra Pesantren sebagai distingsi keilmuan yang membedakan kami dari prodi serupa di tempat lain,” ungkapnya.

Webinar ini ditutup dengan diskusi interaktif yang melibatkan para peserta dan narasumber. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan Sastra Pesantren sebagai bagian integral dari sastra Indonesia. Kegiatan ini berhasil menegaskan peran penting UIT Lirboyo dalam mendukung kajian Sastra Pesantren dan memperkaya wawasan keilmuan di bidang bahasa dan sastra.