Tadris Bahasa Indonesia Sukses Gelar Lomba Cipta Cerpen Nasional

Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri sukses menggelar Lomba Cipta Cerpen Nasional bertema “Keberagaman dan Kebudayaan” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Gelar Bahasa Sastra Indonesia (GBSI). Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan apresiasi generasi muda terhadap sastra Indonesia sekaligus mempromosikan nilai keberagaman dan kekayaan budaya Nusantara.

Lomba yang dibuka untuk umum pada 21 Oktober hingga 10 November 2024 ini mendapat sambutan meriah dengan sekitar 95 karya cerpen dari berbagai penjuru Indonesia. Puncak acara sekaligus pengumuman pemenang dilaksanakan pada 7 Desember 2024 dalam sebuah Webinar Sastra Pesantren yang turut menghadirkan pembicara ternama di bidang sastra. Mereka diantaranya Prof. Dr. Djoko Saryono dari Universitas Negeri Malang, Novi Diah Haryanti, M. Hum dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Raedu Basha.

Dalam kompetisi ini, Abdi Galih Firmansyah dari Universitas Negeri Malang berhasil merebut Juara 1 dengan cerpen berjudul “Vespa Bondo Cangkruk”. Karya tersebut mendapat nilai tertinggi, yakni 88, dari para juri yang terdiri atas sastrawan dan akademisi. “Cerpen Abdi ini kami nilai mampu menggambarkan semangat keberagaman melalui sudut pandang unik dengan alur cerita yang memikat,” ungkap Bapak Moh. Fikri Zulfikar perwakilan dewan juri.

Juara 2 diraih oleh Faris Naida Zulfa dari IAIN Kediri melalui cerpen berjudul “Kisah Matteo dan Keberagaman Hindia” dengan nilai 87. Ceritanya menyajikan kisah inspiratif tentang keberagaman dalam sejarah kolonial Hindia Belanda. Sementara itu, Juara 3 jatuh kepada Reyfanza Akmal Syahara dari kategori umum dengan cerpen “Koran Edisi Minggu Pagi”, yang mengumpulkan nilai 86,5 berkat narasi yang menyentuh dan penuh makna. “Cerpen-cerpen yang masuk lumayan memikat, awalnya kami cukup bingung menentukan siapa pemenangnya,” tegas Fikri.

Tak hanya juara utama, panitia juga memberikan apresiasi kepada para pemenang juara harapan. Juara Harapan 1 diraih oleh M. Abidzar Maulana, Harapan 2 oleh Mutia Tri Ariana, dan Harapan 3 oleh Najwa Ulin Nuha.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIT Lirboyo Kediri, Dr. M. Arif Khoiruddin, S.Sos., M.Pd.I, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme peserta dan kualitas karya yang masuk. “Melalui tema ini, kami berharap para peserta dapat lebih memahami dan menghargai keberagaman yang ada di Indonesia, serta mampu menuangkannya dalam karya sastra yang inspiratif,” ujarnya.

Rangkaian GBSI 2024 diakhiri dengan penuh semarak, menegaskan komitmen UIT Lirboyo Kediri dalam mendukung pelestarian dan pengembangan bahasa serta sastra Indonesia di berbagai kalangan.