Dampingi Siswa SDN Sukorame 2, Tingkatkan Kemampuan Membaca dalam Memahami Informasi

Upaya peningkatan literasi sejak dini terus digalakkan oleh kalangan pendidik. Salah satunya dilakukan oleh Ibu Ratna Isnawati, M.Pd., Dosen Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, yang memberikan pendampingan membaca dan memahami informasi kepada siswa SD Negeri Sukorame 2 Kota Kediri pada Rabu (7/5).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh sejumlah siswa kelas atas dan berlangsung dalam suasana aktif dan antusias. Dalam kegiatan ini, Ibu Ratna tidak hanya mengajak siswa membaca, tetapi juga memberikan pemahaman tentang cara mengolah informasi dari teks bacaan. Para siswa diajak memahami isi, menemukan ide pokok, serta mengenali pesan tersembunyi dalam teks.

“Anak-anak harus dibekali kemampuan tidak hanya membaca, tapi juga memahami informasi yang mereka temui, baik dari buku pelajaran maupun media digital,” ujar Ibu Ratna. Menurutnya, hal ini penting untuk menghindari kesalahan pemahaman dan mencegah dampak buruk dari disinformasi yang kian marak di era media sosial.

Ia juga memberikan trik sederhana dalam membaca efektif, seperti teknik membaca berulang, mencatat kata kunci, dan membuat pertanyaan dari isi teks. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, sehingga siswa lebih aktif dan tidak sekadar menjadi pendengar pasif.

Kepala SDN Sukorame 2, Tuwari, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. “Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini. Anak-anak jadi lebih semangat membaca, dan kami guru-guru juga mendapat ide baru dalam mengajar,” ungkapnya.

Upaya peningkatan kemampuan membaca dan memahami informasi yang dilakukan oleh Ibu Ratna Isnawati, M.Pd., menjadi sangat penting di tengah arus informasi digital yang semakin masif. Di era ini, siswa tidak hanya membaca buku pelajaran di sekolah, tetapi juga terpapar berbagai informasi dari internet, termasuk media sosial. Tanpa bekal kemampuan memahami isi bacaan secara kritis, siswa rentan mengalami kesalahan pemahaman terhadap informasi yang mereka terima. Rendahnya literasi fungsional juga membuat mereka kesulitan membedakan antara fakta dan opini, atau antara informasi valid dan hoaks.

Oleh karena itu, pendampingan semacam ini tidak sekadar bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga menjadi langkah preventif terhadap dampak buruk disinformasi sejak usia dini. Anak-anak perlu diajarkan bagaimana cara membaca secara aktif, mengenali pesan tersirat, serta menguji kebenaran suatu informasi. Dengan kemampuan tersebut, mereka dapat menjadi pengguna media yang lebih bijak dan kritis. Harapannya, melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya tumbuh menjadi pembaca yang baik, tetapi juga menjadi individu yang tangguh dalam menghadapi tantangan literasi digital di masa depan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dosen UIT Lirboyo, yang bertujuan menjembatani ilmu akademik dengan kebutuhan pendidikan dasar. Ibu Ratna berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut untuk memperkuat budaya literasi di kalangan anak-anak.