Dua dosen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, yaitu Bapak Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd. dan Bapak Much. Nuril Huda, M.Pd., dipercaya menjadi dewan juri dalam ajang Cerpen Competition tingkat Jawa Timur yang menjadi bagian dari rangkaian acara Tribakti Fest. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIT Lirboyo bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Corong.
Kompetisi cerpen ini diikuti oleh para pelajar tingkat SMA/MA/SMK se-Jawa Timur dengan antusiasme yang tinggi. Setelah melalui proses seleksi ketat, lima besar peserta terbaik diundang dalam Grand Final yang diselenggarakan pada Rabu (11/6) di Aula Mahrus Ali UIT Lirboyo Kediri. Pada tahap ini, para finalis tidak hanya dinilai dari cerpen yang telah mereka kirimkan, tetapi juga diminta untuk mempresentasikan proses kreatif di balik karya yang mereka tulis.

Foto 1: Pak Fikri ketika memberikan evaluasinya para para peserta Grand Final Cerpen Competition.
Dalam sesi presentasi, Bapak Fikri dan Bapak Nuril memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh finalis atas keberanian dan kreativitas mereka dalam menulis cerpen. Keduanya menilai bahwa semangat para peserta patut diapresiasi sebagai bagian dari regenerasi penulis muda di Jawa Timur. Namun, keduanya juga memberikan beberapa catatan penting guna meningkatkan kualitas penulisan para peserta ke depan.
“Menulis cerpen itu tidak cukup hanya dengan ide yang bagus, tetapi juga perlu pengayaan referensi bacaan,” ujar Moh. Fikri Zulfikar dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya membaca cerpen-cerpen mutakhir sebagai sarana pembelajaran bentuk, gaya, dan tema. “Saya sarankan adik-adik mulai membaca karya-karya penulis kontemporer seperti Sasti Gotama, Masdhar Zaenal, hingga Seno Gumira Ajidarma. Dari sana, kita bisa belajar cara meracik cerita yang kuat, segar, dan bernas,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh Much. Nuril Huda. Ia menilai bahwa kompetisi semacam ini menjadi ajang yang sangat positif dalam mendorong semangat literasi dan daya kreatif generasi muda. “Kegiatan ini bukan hanya lomba, tetapi juga ruang tumbuh bagi penulis pemula. Maka penting bagi penyelenggara dan pembina di sekolah untuk terus mengasah talenta menulis anak didiknya,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya lomba ini, UIT Lirboyo melalui Tribakti Fest kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung geliat literasi dan pengembangan potensi generasi muda di Jawa Timur. Semoga Setiap peserta mendapatkan pengalaman yang berharga dalam kegiatan tersebut.