Dosen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, Bapak Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd., tampil sebagai pembedah dalam kegiatan bedah buku bertajuk Ngaji Literasi bersama Penulis Best Seller Gramedia yang diselenggarakan pada Sabtu (14/6) di Aula Mahrus Aly, UIT Lirboyo. Dalam kesempatan ini, buku yang dibedah berjudul Filsafat untuk Pemalas karya Achmad Dhofir Zuhry, penulis muda yang juga dikenal dengan sebutan Gus Dhofir.
Acara yang menghadirkan langsung sang penulis ini diikuti dengan antusias oleh kalangan mahasiswa, santri, dan pegiat literasi di Kediri dan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya literasi kampus dalam mendekatkan mahasiswa dengan buku-buku populer yang bernas dan relevan dengan kebutuhan intelektual generasi muda masa kini.
Dalam pemaparannya, Moh. Fikri Zulfikar menyampaikan apresiasi tinggi terhadap karya Gus Dhofir. Menurutnya, buku Filsafat untuk Pemalas adalah karya yang unik dan sangat berguna, terutama bagi kalangan muda yang ingin mengenal dunia filsafat tanpa harus terbebani oleh gaya bahasa akademik yang kaku dan rumit. “Buku ini berhasil memecah stereotip bahwa filsafat itu sulit dan eksklusif,” ujar Fikri.

Foto 1: Gus Dhofir ketika menjelaskan pemaparannya tentan buku Filsafat untuk Pemalas.
Ia menambahkan, gaya penulisan buku ini sangat komunikatif, ringan, dan menghibur. Gus Dhofir mampu menghadirkan tokoh-tokoh besar dalam sejarah filsafat seperti Plato, Sokrates, hingga Simone de Beauvoir, lalu mengaitkannya dengan realitas kehidupan sosial kontemporer yang dekat dengan pembaca muda. “Buku ini cocok untuk kaum rebahan, bahkan untuk mereka yang selama ini merasa tidak punya cukup tenaga berpikir rumit, karena isinya tetap dalam namun dikemas dengan sangat santai,” lanjutnya.
Selain itu, Pak Fikri juga menyoroti pentingnya pendekatan yang inklusif dalam pengajaran filsafat, terutama di tengah generasi Gen Z yang akrab dengan dunia digital, cepat bosan, dan memerlukan media belajar yang menyenangkan. Menurutnya, buku ini menjawab kebutuhan itu dengan baik, sekaligus memperkaya tradisi literasi kampus yang kritis dan reflektif.

Foto 2: Pak Fikri ketika diberi kenang-kenangan oleh panitia setelah membedah buku Filsafat untuk Pemalas.
Sementara itu, dalam sesi pemaparan dan tanya jawab, Gus Dhofir menjelaskan latar belakang penulisan bukunya yang ingin mendemokratisasi akses terhadap pemikiran filsafat melalui bahasa sehari-hari. Ia berharap, bukunya bisa menjadi gerbang awal untuk lebih banyak anak muda tertarik pada kajian filsafat dan pemikiran kritis. “Semoga buku filsafat saya bisa diterima oleh semua kalangan, termasuk sobat rebahan ,” tegas Gus Dhofir. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang segar dan inspiratif, membuktikan bahwa literasi dan filsafat dapat menyatu dalam cara yang menyenangkan dan membumi.

Gambar: poster kegiatan Ngaji Literasu yang diselenggarakan BEM UIT Lirboyo.