Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo kembali menggelar kegiatan literasi melalui Klub Buku Multatuli, pada Kamis, 18 September 2025, bertempat di Ruang Microteaching UIT Lirboyo. Kegiatan ini diikuti oleh mayoritas mahasiswa TBIN dan menjadi ajang apresiasi serta diskusi sastra yang rutin diadakan oleh HMPS TBIN.

Foto 1: Proses bedah novel yang disampaikan pemantik dalam Klub Buku Multatuli.
Dalam kegiatan kali ini, Klub Buku Multatuli membedah dua karya novel populer, yakni Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dan Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Kedua novel tersebut dipilih karena sama-sama menampilkan nilai kemanusiaan dan spiritualitas dalam konteks sosial yang berbeda.
Diskusi novel Laut Bercerita dipantik oleh Alfaturrosyidah, mahasiswa TBIN yang menyoroti sisi historis dan kemanusiaan dalam kisah perjuangan tokoh-tokohnya menghadapi kekerasan rezim Orde Baru. Menurutnya, karya ini tidak hanya menyajikan cerita yang menyentuh, tetapi juga mengajak pembaca merenungkan makna keadilan, kehilangan, dan kemanusiaan.

Foto 2: Penyerahan sertifikat kepada pemantik diskusi bedah novel.
Sementara itu, novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dibedah oleh Nailatun Nabila, juga mahasiswa TBIN, yang menekankan pentingnya nilai moral, spiritual, dan keteguhan iman dalam menghadapi godaan hidup di dunia modern. Diskusi ini mengajak peserta memahami bagaimana sastra dapat menjadi media dakwah yang indah dan reflektif.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta tidak hanya mendengarkan paparan pemantik, tetapi juga aktif memberikan tanggapan, membandingkan kedua karya, serta mengaitkannya dengan konteks sosial dan religius masa kini.
Melalui kegiatan seperti ini, HMPS TBIN UIT Lirboyo berharap mahasiswa semakin gemar membaca, berpikir kritis, dan berani mengekspresikan gagasan dalam forum ilmiah dan sastra. Bedah buku ini menjadi bukti nyata bahwa literasi di lingkungan kampus bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga ruang tumbuhnya kepekaan sosial dan kemanusiaan melalui karya sastra.
