Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri terus berkomitmen mengembangkan kiprah akademiknya, khususnya di bidang Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan salah satu dosennya dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program BIPA yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (21/8) di UPT Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. UIT Lirboyo mengutus dosennya yang memiliki konsentrasi keilmuan di bidang BIPA, yakni Ibu Mulyo Kurniati, M.Pd. atau yang akrab disapa Bu Nia. Kehadiran beliau menjadi wujud keseriusan TBIN UIT Lirboyo untuk ikut serta dalam memperluas jejaring dan penguatan kompetensi dosen di ranah internasionalisasi bahasa Indonesia. “Banyak ilmu BIPA yang saya dapatkan dari Bimtek ini, terlebih narasumbernya adalah profesional yang sangat berpengalaman,” ungkap Bu Nia.

Foto 1: Ibu Nia (kiri) dan Prof. Isna (kanan) berswafoto setelah kegiatan materi Bimtek BIPA.
Bimtek dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan menghadirkan narasumber dari Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra (PUSDAYA) Kemdikdasmen. Selain itu, hadir pula Prof. Dr. Siti Isnaniah, Ketua BIPA UIN Surakarta, yang memberikan materi utama. Dalam paparannya, Prof. Isnaniah menekankan pentingnya Manajemen Pengelolaan BIPA serta Kompetensi Pedagogi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pengajar BIPA. “Manajemen adalah kunci dari pengelolaan BIPA di kampus kami,” terang Prof. Isna.
Salah satu poin penting yang disampaikan Prof. Isna adalah empat pilar pengelolaan program BIPA yang bisa dijadikan acuan kampus dalam merintis dan mengembangkan program serupa. Empat pilar tersebut meliputi aspek akademik, manajerial, administrasi dan imigrasi, informasi serta pemasaran, hingga publikasi. Menurutnya, keempat pilar tersebut merupakan fondasi penting agar program BIPA dapat berjalan secara profesional dan berdaya saing internasional.

Foto 2: Pemateri dari Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Kemdikdasmen ketika memberikan materinya.
Selama mengikuti kegiatan, Bu Nia mendapatkan berbagai wawasan baru yang relevan dengan arah pengembangan TBIN UIT Lirboyo. Penguatan kompetensi pedagogi BIPA, strategi pembelajaran untuk penutur asing, hingga manajemen kelas multikultural menjadi bagian dari materi yang sangat bermanfaat. Dengan bekal ini, diharapkan dosen TBIN mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut ketika UIT Lirboyo resmi membuka program BIPA di masa mendatang. “Semoga program BIPA juga bisa segera kami selenggarakan di UIT Lirboyo,” harap Bu Nia.
Ketua Program Studi TBIN UIT Lirboyo, Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd., menyambut baik kesempatan ini. Menurutnya, keterlibatan dosen TBIN dalam Bimtek BIPA merupakan langkah awal yang penting untuk mendukung rencana pendirian program BIPA di UIT Lirboyo. “Bimtek ini adalah pintu masuk yang sangat strategis. Dengan bekal ilmu dan pengalaman dari para pakar, kami optimis UIT Lirboyo akan segera mampu merintis program BIPA dan ikut serta dalam diplomasi budaya melalui bahasa Indonesia. Semoga dalam waktu dekat bisa terealisasi,” ujarnya.

Foto 3: pemateri dari UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta ketika memberikan materi BIPA.
Partisipasi dosen TBIN UIT Lirboyo dalam kegiatan ini menegaskan komitmen kampus dalam mengangkat Bahasa Indonesia ke kancah global. Kehadiran Bu Nia di forum nasional tersebut sekaligus menjadi langkah awal menuju internasionalisasi prodi dan kampus secara keseluruhan.